Radio dan Sahur Bersama Pak Misran

13 Januari 2010 Catatan Mang Hadi

Suatu masa, di tahun 80-an, Misran yang kala itu masing menjadi seorang bujangan menganggap radio sebagai satu-satunya hiburan. Bahkan, kemanapun ia pergi, ia selalu membawa kotak kecil yang bisa mengeluarkan ragam suara yang bernama radio itu.

Tak mengherankan jika Misran cukup hafal dengan sederet nama-nama penyiar kala itu. Salah satunya ternyata terdapat nama Mang Hadi, nama saya sebagai penyiar. Tak disangka, perjalanan waktu membuat kami bertemu dalam kesempatan yang cukup mengharukan.

Momen itu adalah sewaktu B.Post Group bersama Radio Abdi Persada FM mengadakan kegiatan sahur bersama Eksekutif-Dhuafa. Saat itu saya sudah diamanahi untuk memimpin KESBANGLINMAS Propinsi Kalimantan Selatan. Momen itu tanpa sengaja telah mempertemukan kami.

“Ulun ingat-ingat pernah kenal suara pian. Waktu dikenalkan bapak adalah penyiar tahun 80-an, dengan nama Mang Hadi. Kada salah lagi. Meski baru ketemu, ulun sudah sangat kenal suara pian”, demikian lebih kurang ucap Pak Misran.

Saya sendiri merasa sangat bahagia dengan momen itu. Sama sekali tak sengaja. Pak Misran diundang datang bersama isteri dan anak-anaknya ke kediaman kami. Isteri saya yang kebetulan memasak sendiri. Pada sisi lain, momen tersebut sebuah hal yang berbeda, karena biasanya saya yang menyempatkan diri dan waktu untuk keliling kepada mereka, kali itu mereka yang datang ke rumah.

Saya pribadi meyakini, bahwa tidak ada sekat antara dhuafa dan eksekutif. Karena kita semua pada dasarnya adalah sama.

• Sebarkan info ini pada ...
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
 

Terima kasih bagi Anda yang telah menyampaikan komentar pada media online resmi Drs. H. Hadi Soesilo | Mang Hadi. Demi keteraturan, komentar yang bersifat umum dan tidak sesuai konten harap disampaikan pada Buku Tamu.

« | DEPAN | »