Mang Hadi, “Banjarbaru itu Luar Biasa”

25 Maret 2010 Berita

Mang Hadli

Terlahir dari ayah asli Blitar dan Ibu yang asli Banjar, membuat Mang Hadi memiliki modal penting untuk lebih memahami Kota Banjarbaru.

“Banjarbaru itu luar biasa, memiliki karakter yang khas dan berbeda dengan daerah lainnya di Kalimantan Selatan”, ucap Mang Hadi, “heterogenitas masyarakat Banjarbaru adalah salah satunya. Ibaratnya, Indonesia mini di Kalsel ini adanya di Banjarbaru”, lanjut Mang Hadi.

Karakter masyarakat yang beragam ini menjadi sebuah modal strategis bagi pembangunan, terlebih lagi salah satu pilar penting pembangunan Banjarbaru adalah sumber daya manusia. “Banjarbaru boleh miskin SDA, tapi kaya SDM. Itu sangat penting.” tegas Mang Hadi sembari mencontohkan Jepang yang luluh lantak hanya selisih beberapa hari dengan Indonesia merdeka, namun karena faktor SDM, bisa segera bangkit.

“Oleh ayah yang asli Blitar, saya diberi nama Hadi Soesilo. Mengikuti ibu yang asli Banjar, sejak menyiar pada 70-an, saya biasa dipanggil Mang Hadi. Sehingga dalam diri saya sendiri sudah Bhinneka Tunggal Ika”, ucap pria yang karier terakhirnya sebagai PNS adalah menjadi Kepala Badan Diklat Propinsi Kalsel ini.

Sebagai penyiar, Mang Hadi tidak hanya pernah menyiar di Banjarmasin, melainkan juga di Samarinda sembari bekerja sebagai tukang mebel.

“Masa kecil saya juga macam-macam. Waktu belum sekolah, di Sungai Mesa. Pernah tinggal di Surabaya selama 5 tahun, dan lantas kembali lagi tinggal di kampung halaman ibu, di Kampung Gadang, Banjarmasin”, kenang Mang Hadi.

“Perjalanan hidup itulah yang saya harap dapat menjadi salah satu unsur pendukung penting dalam memahami dan bekerja membangun Banjarbaru, bersama dengan seluruh unsur masyarakat. Sebab, kita tentu harus memahami dulu apa yang akan dilakukan. Jangan sampai hantam kromo kata orang Jawa, jangan rabak rabus ujar urang Banjar”, ucap Mang Hadi.

• Sebarkan info ini pada ...
  • Digg
  • del.icio.us
  • Facebook
  • Google Bookmarks
  • StumbleUpon
  • Twitter
  • Yahoo! Bookmarks
Oleh Rowi, 26 Maret 2010

Dengan modal pengalaman hidup mulai dari bawah hingga seperti sekarang ini maka ada keyakinan bahwa dalam memimpin dan mengambil keputusan pasti akan lebih berpihak pada masyarakat

Oleh ropi, 31 Maret 2010

saya sebenarnya tidak mengerti dengan yang namanya politik,tapi jika banjarbaru itu luar biasa! apakah mungkin bapa bisa mengubah banjarbaru menjadi kota modern namun tetap kental dengan kebudayaan urang asli banjar?

Oleh max, 6 Mei 2010

Salam,
saya prihatin dengan calon-calon walikota banjarbaru. hanya nampang gambar di jalan-jalan dan website.
Mungkin Mang Hadi sudah merasa banyak berbuat. Tapi sayang sebagai calon walikota mestinya bisa memberikan pencerahan tentang Banjarbaru kini dan akan datang, tentu saja disertai dengan data-data yang valid.
Kata Mang Hadi, “Banjarbaru itu luar biasa”. Apanya yang luar biasa? Data apa yang mendukung pernyataan itu?
Mumpung masih ada kesempatan sajikan data-data yang mendukung “Banjarbaru itu Luar Biasa” itu. Kemudian potensi untuk dikembangkan dan program apa yang relevan dan paling tepat untuk menjadikan Banjarbaru sebagai kota futuristik?
Kalo Mang Hadi sudah menyampaikan itu semua, layak menjadi walikota Banjarbaru.
Banjarbaru itu tempatnya orang cerdas. Jadi, promosilah secara rasional, edukatif, mencerdaskan,dan ………. (tambahi sendiri lah. Calon walikota jangan didekte).

*Banjarbaru bukan hanya milik orang asli Banjar, hargai pluralisme di Banjarbaru*

 

Terima kasih bagi Anda yang telah menyampaikan komentar pada media online resmi Drs. H. Hadi Soesilo | Mang Hadi. Demi keteraturan, komentar yang bersifat umum dan tidak sesuai konten harap disampaikan pada Buku Tamu.

« | DEPAN | »